Mengenal Alphonso Davies: Bocah Korban Perang Yang Sukses Berkarir Di Bayern Munchen

Alphonso Davies menjadi salah satu pemain Bayern Munchen yang menuai banyak sorotan dalam kemenangan telak 3-0 Die Roten atas Chelsea. Latar belakang kehidupan si pemain pun lantas banyak diperbincangkan.

Davies yang baru berusia 19 tahun menjadi starter saat Bayern menyambangi Stamford Bridge, markas Chelsea, Rabu (26/2/2020) pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Ia dimainkan sebagai andalan di pos bek kiri Die Roten.

Dilansir dari statistik Opta, di laga tersebut Davies terlibat 10 kali duel, dengan melepaskan satu kali tekel dan satu kali sapuan sepanjang 90 menit bermain. Tidak hanya itu, ia juga aktif melepaskan 69 umpan ke rekan setimnya. Dari jumlah sebanyak itu, ada satu operannya yang berbuah assist untuk gol Robert Lewandowski di menit ke-76.

Selepas pertandingan, tidak sedikit penonton yang memberikan aplaus atas penampilan gemilang yang ditunjukkan Davies. Tidak hanya soal assist, namun kemampuannya dalam meredam serangan-serangan Chelsea membuatnya seperti seorang pemain yang sudah makan banyak pengalaman di Liga Champions.

Alhasil, beberapa media top Eropa pun mulai bergerak mencari tahu soal sepak terjang pemain timnas Kanada ini. Usut punya usut ternyata Davies punya masa lalu yang cukup menyedihkan.

Dilansir dari The Sun, Davies lahir di kamp pengungsian di Ghana pada 2 November 2000. Kedua orang tuanya merupakan korban perang sipil di Liberia yang membuat keluarganya harus meninggalkan tanah air menuju Ghana. Di negara itu, Davies sempat tinggal selama lima tahun di tenda pengungsian.

Keluarga Davies lalu mengikuti program pemindahan pemukiman di Edmonton, Kanada. Di  negara itulah, Davies kecil menemukan bakat sepak bolanya dengan bergabung bersama klub Whitecaps dan mulai melakoni debutnya di kompetisi MLS pada tahun 2016 saat usianya baru menginjak 16 tahun.

Hanya butuh setahun, Davies lalu dinaturalisasi Kanada dan dipanggil bermain di timnas senior negara itu pada 2017/ Di tahun 2018, Bayern mengendus bakat besarnya dan menariknya ke Jerman dengan mahar 22 juta dolar AS. Setelah bermain selama semusim di tim junior Bayern, awal musim panas ini ia pun didaftarkan di skuat inti Die Roten.

Dari 14 laga yang sudah dimainkan Davies di ajang Bundesliga, semuanya ia lakoni sebagai starter dan turut menjadi andalan Bayern di Liga Champions saat menghadapi Chelsea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *